PESAN DIRLANTAS5.200 M Spanduk Keselamatan Berkendara Hiasi HI
Spanduk ini terkait himbauan kepada masyarakat agar selalu tertib dalam berlalu lintas. Harapannya masyarakat akan…
Info UmumFoto : Kanit Dikyasa Satwil Jaksel AKP Telly Bahute SH saat melakukan penindakan kepada pengendara motor yang melawan arus di jalan raya Ciledug , Jaksel.
Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Selatan tengah gencar melakukan penertiban pelanggaran lalu lintas melawan arus. Dari hasil dua hari (tangal 04-05 Juni 2012) operasi beruntun di wilayah Ciledug dan Cipulir, ditindak 95 pemotor.
Diutarakan Wakasat Lantas Jakarta Selatan Kompol Sungkono, penindakan ini dilakukan karena selain melanggar aturan berlalu lintas, melawan arus berpotensi menimbulkan kecelakaan. Terlebih pelanggaran ini sangat membahayakan bagi para pejalan kaki.
"Pengendara motor yang melawan arus kita tindak karena sangat berbahaya bagi para pejalan kaki maupun pengendara motor sendiri," ujar Kompol Sungkono didampingi Kanit Patroli AKP Sumpono saat melakukan penindakan di Ciledug, Senin (04/06/2012) WIB.
Lanjut Sungkono, kecelakaan yang diakibatkan oleh motor melawan arus ini sudah sangat mengkhatirkan, mulai dari luka-luka hingga meninggal dunia pernah terjadi. "Oleh karenanya jajaran lantas Satwil Jakarta Selatan akan terus memaksimalkan penindakan ini. Hingga masyarakat sadar," tegasnya.
Masing menurut Sungkono, dalam setiap penertiban motor lawan arus ini, SatLantas Jaksel menurunkan sekitar 13 anggota. "Operasinya dimulai pukul 07.00-10.00 WIB," katanya.
Sementara itu, Kanit Dikyasa Satwil Jakarta Selatan AKP Telly Bahute, SH mengatakan selain melakukan tindakan represif pihaknya juga melakukan dengan cara preventif dan himbauan dalam meminimalisir para pelaku lawan arus.
"Kita terus melakukan sosialisasi mengenai bahayanya tentang melawan arus lalu lintas melalui pemasangan spanduk, pemberitahuan melalui radio maupun sosialisasi langsung di lapangan," ujar AKP Telly Bahute, SH.
Penindakan ini pun mendapat respon positif dari masyarakat sekitar Ciledug. Mereka mengharapkan adanya upaya represif dari kepolisian. "Kita sudah gerah pak dengan ulah para pengendara motor yang melawan arus, sampai saya sendiri jadi korban ketika menyeberang di jalan," ujar Aceng warga Petukangan Jaksel yang pernah menjadi korban laka akibat motor melawan arus.
"Kalau bisa polisi di sini terus jaga apalagi pagi dan sore itu yang paling rawan," harapnya. (Erwan/Danar)
Comments