PESAN DIRLANTAS
Siang Hari, Sepeda Motor Wajib Nyalakan Lampu Utama!
Dalam berlalu lintas, ada prinsip "Untuk melihat dan dilihat" saat di jalan. Kita harus melihat…
Info UmumSebagian besar trotoar yang ada di Jakarta fungsinya sudah jauh dari kata nyaman bagi pejalan kaki. Selain dijadikan jalur khusus untuk menembus kepadatan bagi para pengendara sepeda motor, tak jarang trotoar juga sering digunakan menjadi arena berdagang bagi pedagang kaki lima dan arena mangkal bagi para tukang ojek.
Padahal, seyogyanya trotoar itu merupakan hak bagi para pejalan kaki dalam beraktifitas. Oleh karena itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terus menyerukan kepada masyarakat Jakarta agar menghormati hak para pejalan kaki dengan mengembalikan fungsi trotoar sebagaimana mestinya.
Kampanye pengembalian fungsi trotoar terkini yang dilakukan Dit Lantas PMJ subdit Dikyasa adalah dengan memberikan penyuluhan kepada sekitar 250 tukang ojek yang biasa mangkal di jalur-jalur protokol Ibukota. Diutarakan Kasubdit Dikyasa AKBP Drs. Kanton Pinem, MM dirinya sering menemukan para pengojek di Benhil, Senayan, Semanggi, dan Cawang mangkal di trotoar saat mencari penumpang. Hal ini tentunya sangatlah melanggar aturan dan mendiskriminasikan hak pejalan kaki.
"Bolehlah mencari penumpang di mana saja, namun jika harus mangkal di halte ataupun trotoar tentu saja ini melanggar aturan dan menggangu pejalan kaki," ujar Pinem, saat memberikan penyuluhan pengembalian fungsi trotoar di Pancoran, Sabtu (28/01/2012).
Untuk itu, sambung Pinem, pihaknya meminta kepada para pengojek di jalur–jalur protokol untuk terus menjaga ketertiban dalam mencari penumpang dan tidak menyalah gunakan fungsi trotoar. "Mari kita gunakan trotoar sebagai mana mestinya," serunya.
Sementara itu, Kasi Dikmas Kompol Susana Benyamin, SH menambahkan selain diberikan edukasi mengenai fungsi trotoar, para pengojek juga diberikan penyuluhan mengenai keselamatan berkendara di jalan raya. "Keselamatan penumpang harus menjadi jaminan. Oleh karenanya, selain harus menyiapkan helm SNI bagi penumpang, para pengojek juga dihimbau untuk menyalakan lampu disiang hari," terang Susan.
Sosialisasi ini pun berlangsung komunikatif meski tampak santai dalam prosesnya. Para pengojek pun tampak riuh berebut untuk mengeluarkan keluhan. Salah satunya yang dituarakan pengojek wanita, Dewi, 36 tahun, yang menginginkan polantas untuk tidak langsung menindak dengan tilang jika menemukan pelanggaran, namun ditegur terlebih dahulu ataupun diberikan peringatan.
"Pak Polisi mohon bijaksana jika dalam menegakkan aturan di jalan raya. Kami ini hanya orang kecil yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan kami melalui pekerjaan ini," Ujar Dewi, pengojek yang biasa mangkal di putaran Slipi Jakarta Barat.
Di sisi lain, Dewi juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas upaya Dit Lantas ini dalam menjalin komunikasi dengan para pengojek. "Upaya ini bagus, saya sangat mendukung. Menambah pengetahuan diri tentang aturan lalu lintas dan keselamatan jalan," tutupnya. (Brig Erwan/Dnr/TMC).
Comments