PESAN DIRLANTAS
Siang Hari, Sepeda Motor Wajib Nyalakan Lampu Utama!
Dalam berlalu lintas, ada prinsip "Untuk melihat dan dilihat" saat di jalan. Kita harus melihat…
Pesan DirlantasUpaya menangkap pelaku penebar ranjau paku yang meresahkan para pengendara di Jakarta memang tidak mudah. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pun telah menyiapkan strategi atau cara baru untuk membekuk sang penebar.
“Biasanya pengintaian dilakukan subuh dan juga sore hari. Kemungkinan para pelaku penebar ranjau paku ini sudah memahami. Maka, kami akan mengubah pola strategi penangkapan dengan cara rondom sampling atau acak,” ujar Wadir Lantas AKBP Drs. Wahyono M.Hum, Senin (09/01/2012).
Dalam upaya menangkap pelaku ranjau paku ini, Dit lantas PMJ menggandeng Polres dan juga reserse kriminal Polda. Adapun pada tahun 2011, pihak Kepolisian meringkus tiga penebar ranjau paku, satu diantaranya berprofesi sebagai tukang tambal ban.
“Kami menduga kuat pelaku penebar ranjau paku ini bekerja sama dengan oknum tukang tambal ban. Tapi, kami tidak langsung menggeneralisasikan semua tukang tambal ban begitu saja, paling hanya satu dua oknum saja,” terang AKBP Wahyono.
Di lain pihak, Keberadaan Saber Community atau Relawan Ranjau Paku di Jakarta sungguh sangat membantu. Mereka tidak hanya menyelamatkan pengendara dari jebakan ranjau paku, namun juga turut serta membantu tugas Polantas dalam menciptakan keamanan dan kelancaran di Jalan Raya.
Oleh karena itu, Dit Lantas PMJ akan terus melakukan pembinaan terhadap komunitas ini. Diutarakan Kasubdit Dikyasa AKBP Drs.Kanton Pinem, MM, pembinaan ini sifatnya komprehensif dimana tidak hanya dibantu melalui peralatan dan perlengkapan saja, tapi juga akan didampingi pihak Polantas saat relawan Saber Community ini melakukan penyisiran paku.
“Mereka merupakan Komunitas Binaan Ditlantas PMJ dimana termasuk kedalam program pemolisian masyarakat dan kita akan terus lakukan pembinaan itu,” ujar AKBP Kanton Pinem.
“Anggota Polantas ataupun Polsek terdekat nantinya akan mendampingi mereka ketika melakukan operasi penyisiran di ruas –ruas jalan di Ibukota,” tandasnya.
Sebelumnya, ketua Saber Community Siswanto juga mengeluhkan adanya teror yang terus didapatkannya ketika melakukan penyisiran ranjau paku di jalanan jakarta . “Ketika melakukan penyisiran kami kerap mendapatkan teror mulai dari lemparan batu, botol maupun kaca hingga cacian dari pengendara yang mungkin oknum penyebar pakunya. Oleh karena, itu dengan adanya kedekatan dengan Polantas ini kami dapat perlindungan dan dapat menghubungi langsung Polisi jika ada masalah di lapangan," terangnya.
Dan kini, setelah mendapat penghargaan dari Kapolda Metro Jaya, Saber Community selalu menggunakan rompi hijau berlogo Polri dan tongkat lampu pengatur lalu lintas dalam menjalankan tugasnya. Ketika kondisi hujan, mereka juga sudah dilengkapi dengan jas hujan warna hijau terang yang biasa dipakai polisi lalu lintas.
Ke depannya, Polda Metro Jaya juga akan memberikan alat penyapu paku dan mobil khusus penyisir paku. Selama ini, para relawan Saber hanya menggunakan magnet seadanya yang didapat dari barang-barang bekas seperti speaker atau pun hiasan kulkas. (Brig Erwan/Danar/TMC).
Comments