PESAN DIRLANTAS
Dit Lantas PMJ Raih Penghargaan Elshinta Award 2011
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mendapat Elshinta award 2011 sebagai Kementerian atau institusi mitra…
Info UmumSebagian besar trotoar di Jakarta sudah tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Bukannya untuk lokasi pejalan kaki, trotoar banyak digunakan untuk jualan pedagang kaki lima, tukang tambal ban, tempat mangkal tukang ojek, hingga sebagai jalur menerobos kepadatan oleh kendaraan roda dua.
Oleh karena itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sebagai instansi penegak hukum lalu lintas di Jakarta terus dengan intens melakukan upaya merevitalalisasi fungsi trotoar di Ibukota. Selain melakukan upaya penertiban langsung, langkah preventif dengan merangkul tukang ojek juga dilakukan.
Ya! Pada Sabtu ini (28/01/2012), Dit Lantas PMJ mengundang sekitar 500 tukang ojek di Jakarta untuk berkordinasi dan diberi penyuluhan tentang pentingnya fungsi trotoar dan keselamatan berlalu lintas di jalan raya. Koordinasi ini akan digelar di Kantor Dikyasa Dit lantas PMJ di Pancoran.
Kasubdit Dikyasa AKBP Drs Kanton Pinem, MM melalui Kasi Dikmas Kompol Susana Benyamin, SH mengatakan tujuan diadakan kordinasi ini selain memberikan penyuluhan tentang keselamatan di jalan raya juga sebagai media pemberitahuan kepada para ojek untuk tidak mangkal di trotoar.
"Saat ini fungsi trotoar di Jakarta sudah mulai berubah fungsi, mulai dari seringnya kendaraan bermotor melintas hingga menjadi tempat mangkal ojek ditemukan di beberapa titik trotoar di Jakarta seperti Cawang, Benhil dan Semanggi. Oleh karenanya kita adakan sosialisasi ini," ujar Kompol Susana, Rabu (18/01/2012).
Masih menurut Kompol Susan, sosialisasi yang akan digalang ini lebih akan diprioritaskan terhadap para tukang ojek yang mangkal di Cawang, UKI , Semanggi, Benhil dan Senayan. "Kita prioritaskan terlebih dahulu ojek –ojek di jalur protokol yang kerap ditemukan mangkal di jalur trotoar. Setelah itu baru kita sosialisasikan yang lain," jelasnya.
Harapannya, sosialisasi revitalasasi fungsi trotoar kepada para tukang ojek ini berimplikasi positif bagi para pejalan kaki dimana kedepannya para tukang ojek tidak lagi mangkal di trotoar.
"Merubah hal ini tidak lah mungkin instan. Dengan membangun kesadaran dari para pengojek dan kerjasama dari para stake holder terkait seperti Dinas pertamanan, Dinas perhubungan, Bina Marga dan Satpol PP, harapannya jalur–jalur pejalan kaki akan kembali nyaman dan terbebas dari laju kendaraan bermotor serta tempat mangkal para pedang kaki lima," pungkasnya. (Brig Erwan/Dnr/TMC).
Comments