PESAN DIRLANTAS
Siang Hari, Sepeda Motor Wajib Nyalakan Lampu Utama!
Dalam berlalu lintas, ada prinsip "Untuk melihat dan dilihat" saat di jalan. Kita harus melihat…
LiputanPenyalahgunaan fungsi flyover sebagai lokasi pacaran kian marak di Jakarta. Situasi di lokasi kian semrawut dengan kehadiran pedagang kaki lima. Padahal, tindakan ini selain menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kemacetan, juga rawan mengakibatkan kecelakaan.
Sebagai pihak pemangku kepentingan lalu lintas di Jakarta, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama Dinas Perhubungan pun terus berupaya meminimalisir penyalahgunaan fungsi flyover ini. Baik himbauan, teguran langsung, maupun pemasangan spanduk larangan berpacaran dan berjualan di setiap flyover yang biasa dijadikan tempat berdagang dan berpacaran pun telah dilakukan.
Upaya pencegahan ini pun terus dikembangkan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Terkini, Dit Lantas PMJ mengambil langkah jemput bola dengan melakukan sosialisasi bahwa pacaran di flyover selain mengganggu lalu lintas juga potensial menyebabkan kecelakaan ke sekolah-sekolah kalangan menengah ke atas yang ada di Jakarta.
Adapun sekolah yang menjadi awal pijakan sosialisasi ini adalah SMU Bunda Kandung di Kawasan Jakarta Selatan. Kasi Dikmas Kompol Susana, SH, saat melakukan sosialisasi mengimbau para pelajar untuk tidak berpacaran di flyover karena selain mengganggu arus lalu lintas juga berpotensi kecelakaan.
"Fenomena flyover dijadikan tempat pemberhentian hingga berpacaran oleh pengendara roda dua khususnya kalangan pelajar memang sedang marak. Hal ini sangatlah melanggar Undang-Undang Lalu Lintas. Selain mengganggu arus lalu lintas juga berpotensial lahirnya kecelakaan," ujar Kompol Susana.
"Hal ini terjadi karena minimnya pengetahuan tentang kesadaran akan berlalu lintas. Mereka masih banyak yang belum mengetahui. Oleh karena itu, kami intens menggelar sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di Jakarta."
"Sudah menjadi kewajiban kami untuk menyosialisasikan tentang keselamatan di Jalan Raya apalagi kepada kaum intelek muda agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas dan tidak melanggar aturan lalu lintas. Harapannya, dengan sosialisasi semacam ini, fenomena berhenti hingga berpacaran di flyover akan terkikir," tandasnya.
Selain itu, Susana juga menekankan akan arti pentingnya keselamatan dalam berkendara, khususnya kepada para pelajar dimana semakin intens dengan pelanggaran dan kecelakaan.
"Para pelajar ini dijadikan pioritas. Sebab berdasarkan data laka tahun 2011, angka pelajar yang terlibat kecelakaan cukup significan yakni sekitar 65 persen. Hal ini sangat mengkhawatirkan dimana karena minimnya pengetahuan tentang keselamatan mereka malah menjadi korban. Oleh karena itu, kami mengambil tindakan sosialisasi ini secara intens dan berkala," pungkas Kompol Susana.
(Brig Erwan/Danar/TMC).
Comments