PESAN DIRLANTAS
Dit Lantas PMJ Raih Penghargaan Elshinta Award 2011
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mendapat Elshinta award 2011 sebagai Kementerian atau institusi mitra…
LiputanTragedi tabrakan mobil Xenia di Tugu Tani, Jakarta Pusat, Minggu (22/01/2012), lalu yang mengakibatkan sembilan korban tewas sungguh sangat memilukan. Tak pelak, hal ini pun langsung menjadi perhatian khusus Direktorat lalu Lintas Polda Metro Jaya.
Upaya-upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang pun mulai digalang Dit Lantas Polda Metro Jaya. Salah satu langkah preventif yang langsung disiapkan Dit lantas PMJ adalah dengan lebih mengintensifkan razia kendaraan yang keluar dari tempat-tempat hiburan malam seperti di Gajah Mada, HI, dan Monas.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs. Dwi Sigit Nurmantyas, SH, M.Hum melalui Kasubdit Kamsel AKBP Yakub Dedy Karyawan, SIK mengatakan kegiatan pelaksanaan razia ini sebenarnya sudah sering dilakukan. Dan kini, setelah ada tragedi maut ini, pelaksanaannya akan lebih diintensifkan.
"Razia akan dilaksanakan secara random tiap malamnya. Kita akan fokus kepada kendaraan-kendaraan yang baru keluar dari klub hiburan malam ataupun kendaraan yang nampak oleng akibat kurangnya konsentrasi," ujar AKBP Yakub saat ditemui tmc dikantornya Rabu (25/01/2012).
"Untuk lebih mengoptimalkan razia ini pihaknya akan mendapatkan support dari jajaran Polres maupun Polsek," sambungnya.
Di sisi lain, Dit Lantas PMJ juga akan menyosialisasikan kerawanan mengemudikan kendaraan sehabis mengonsumsi minum-minuman keras ini melalui beberapa media publikasi seperti radio, spanduk maupun pamflet. Sosialisasi lain juga akan diberikan melalui dunia pendidikan bagi kalangan SMU dan Mahasiswa.
Sementara itu, Yakub juga menghimbau kepada para pengendara bahwa Mengemudikan kendaraan sehabis mengonsumsi minum-minuman keras walaupun tidak sampai mabuk, hal tersebut sangat berbahaya karena dapat menurunkan konsentrasi, waktu reaksi lambat dan persepsi yang terditorsi dari kecepatan dan jarak.
Pengaruh alkohol juga akan membuat anda relax, sehingga memudahkan untuk tertidur ketika sedang mengemudi, dimana kondisi ini merupakan penyebab dari sebagian besar kecelakaan lalu lintas. "Pokoknya jangan mengemudi walaupun sedikit mengkonsumsi alkohol," jelas yakub.
Tidak hanya alkohol, obat-obat terlarang lainnya seperti narkotika juga akan berpengaruh serupa. Selain itu, beberapa jenis obat-obatan medis juga ada yang memberi pengaruh terhadap rasa kantuk. "Ini juga sangat berbahaya diharapkan jika mengkonsumsi obat untuk tidak mengendarai kendaraan," jelas Yakub.
Berdasarkan hasil kajian dari Departemen Britihs Transport dinyatakan bahwa resiko mengendarai kendaraan dengan tidak ada konsentrasi pada kecepatan 60 Km/jam, maka jika menabrak pejalan kaki akan mengakibatkan 85 persen orang tersebut meninggal dunia. Kecepatan 50 km/jam, akan mengakibatkan 55 persen meninggal dunia dan Kecepatan 4O Km/jam akan menyebabkan 25 persen meninggal dunia. (Brig Erwan/Dnr/TMC).
Comments